Sabtu, 18 Februari 2012

Metodologi Penelitian Analisis dan Interpretasi Data Penelitian Kualitatif

Makalah ini dipresentasikan pada mata kuliah Metodologi Penelitian, yang diasuh oleh Prof. Emzir dan Dr. Fachrurrozi. Isinya membahas antara lain tentang pengertian, prinsip, jenis-jenis dan prosedur penelitian Metodologi Penelitian Analisis dan Interpretasi Data Penelitian Kualitatif. Berikut kutipan latarbelakangnya:

Analisis dan interpretasi data merupakan dua aspek penting dalam penelitian yang saling terkait dan hampir tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Suatu analisis data tidak akan banyak memberi manfaat terhadap hasil penelitian apabila tidak dilanjutkan dengan interpretasi data, sebaliknya interpretasi data yang tidak diteliti dengan prosedur analisis data yang sistematis dan benar, maka akan dapat menyesatkan peneliti terutama dalam pengambilan keputusan terhadap hasil interpretasi data dan generalisasi hasil penelitian.

Dalam proposal, bagian analisis data bisa terdiri dari sejumlah komponen. Tetapi, proses analisis data secara keseluruhan melibatkan usaha memaknai data yang berupa teks atau gambar. Untuk itu, peneliti perlu mempersiapkan data tersebut untuk dianalisis, melakukan analisis-analisis yang berbeda, memperdalam pemahaman akan data tersebut, menyajikan data, dan membuat interpretasi makna yang lebih luas akan data tersebut.
  

Penelitian Model Analisis Isi dan Metode Penelitian Sastra

Makalah ini dipresentasikan pada mata kuliah Metodologi Penelitian, yang diasuh oleh Prof. Emzir dan Dr. Fachrurrozi. Isinya membahas antara lain tentang pengertian, jenis-jenis dan prosedur penelitian Model Analisis Isi dan Metode Penelitian Sastra. Berikut kutipan latarbelakangnya:

Sebagai salah satu sub pokok bahasan penelitian dengan pendekatan kualitatif, analisis isi dianggap oleh para ahli sebagai salah satu cara yang paling lengkap, intensif, dan sistematis dalam mengkaji pokok bahasannya.   

Pada awalnya analisis isi menggunakan metode penelitian kuantitatif namun seiring dengan perkembangan keilmuan yang menuntut kajian lebih dalam dan menyeluruh, paradigma penelitian analisis isi lebih condong kearah penelitian dengan paradigma kualitatif.  

Sebagai mantan penelitian dengan paradigma kuantitaif, prosedur penelitian analisis isi masih menggunakan pendekatann kuantitatif dan merupakan salah satu cara bagaimana metode ini melestarikan manfaat pendekatan kuantitaif sehingga hasil kajian penelitian ini lebih sempurna.


Penelitian Etnografi dan Grounded Theory

Makalah ini dipresentasikan pada mata kuliah Metodologi Penelitian, yang diasuh oleh Prof. Emzir dan Dr. Fachrurrozi. Isinya membahas antara lain tentang asumsi, prinsip, jenis-jenis dan prosedur penelitian Etnografi dan Penelitian Grounded Theory. Berikut petikan latar belakangnya:

Pada umumnya, penelitian kualitatif bertujuan untuk menggali informasi secara lebih mendalam, menjawab pertanyaan mengapa, memungkinkan untuk mendapatkan hal-hal yang tersirat, mendapatkan suatu hipotesa, dan sebagainya. Sedangkan jenis-jenis penelitian kualitatif yang dapat digunakan untuk menyusun skripsi anda adalah biografi, fenomenologi, Grounded theory, etnografi, dan studi kasus. 

Penelitian biografi merupakan studi tentang individu beserta pengalamannya yang dituliskan kembali dengan cara mengumpulkan dokumen dan arsip-arsip yang ada. Penelitian fenomenologi adalah suatu penelitian yang mencoba mengungkap atau menjelaskan makna konsep atau fenomena tentang pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu. Penelitian kualitatif berikutnya disebut Grounded theory. 

Penelitian Naratif dan Penelitian Studi Kasus

Makalah ini dipresentasikan pada mata kuliah Metodologi Penelitian yang diasuh oleh Prof. Emzir dan Dr. Fachrurrozi. Isinya membahas tentang Penelitian Kwalitatif, khususnya tentang Penelitian Naratif dan Penelitian Studi Kasus. Berikut kutipan latar belakangnya: 

Adalah suatu hal yang lumrah jika pengalaman dalam kehidupan individu diceritakan kepada orang lain. Mereka memberikan pandangan mereka tentang kelas, sekolah, masalah pendidikan dan latar dimana mereka bekerja. 

Ketika individu menceritakan kehidupannya kepada peneliti, mereka merasa didengarkan. Informasi yang mereka berikan kepada peneliti berupa cerita pengalaman-pengalaman pribadi. Data yang berupa cerita dilaporkan menggunakan desain penelitian naratif. 

Sedangkan  penelitian kasus adalah suatu penelitian yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga atau gejala tertentu. Ditinjau dari wilayahnya, maka penelitian kasus hanya meliputi daerah atau subjek yang sangat sempit. Akan tetapi, ditinjau dari sifat penelitian, penelitian kasus lebih mendalam. Dalam makalah ini kami memaparkan tenatan penelitian naratif dan penelitian kasus.



Jumat, 17 Februari 2012

JAWABAN SEMENTARA UTS PSIKOLOGI PENDIDIKAN

JAWABAN INI BELUM LENGKAP, MASIH ADA BEBERAPA JAWABAN YANG BELUM DIMASUKKAN, ANTARA LAIN: NONOR SATU (A,B,C,D DAN E), NOMOR (5 B belum lengkap, dan bagian C dan D belum ada), NOMOR 8 DAN NOMOR 9 (C).

Diberitahukan: Kepada teman-teman yang belum memasukkan jawaban, silahkan memasukkan secepatnya. Sebab masih harus dipelajari lagi. Dan ingat, mohon sesama kelompok (2 orang) yang sudah dibagi oleh pak Prof Nainggolan, MEMPARAPHARESE lagi jawaban tersebut. Ini demi keselamatan kita bersama.

Terima kasih.

DOWNLOAD

Rabu, 15 Februari 2012

Kenali Dirimu: Suatu Renungan untuk Manusia

ICatatan ringan oleh SurantoI
Ada kalimat bijak yang menyatakan “barangsiapa mengenali dirinya sendiri, maka dia akan mengenali siapa Tuhannya”. Sekilas kalimat tersebut ringan diucapkan, namun di balik itu sarat akan makna yang mendalam. Bila kita kaji lebih jauh, dan menanyakan kepada diri kita sendiri “siapakah aku” tentu kita akan mendapatkan jawaban yang beragam. 

Ada yang menjawab aku ya aku. Aku bukan kamu, namun apabila kita tanyakan lebih jauh mana aku? Mungkin dia akan menjawab aku ya ini (sambil menunjukkan badannya) dia tidak sadar bahwa badan dan aku adalah dua objek yang berbeda. Kita sering mengatakan “itu sepatuku” dan kita sadar bahwa sepatu itu bukan aku, aku bukan sepatu.  

Atau “itu tanganku” kita tahu persis bahwa tangan bukan aku dan aku bukan tangan. Aku dan tangan adalah dua hal yang berbeda. Sampai tiba saatnya kita mengatakan “itu jasadku” aku bukan jasad, dan jasad bukan aku. Lalu siapakah “Aku”?

Ternyata kita belum mengenali siapa diri kita sendiri. Kita masih menganggap bahwa kita adalah jasad, ingatlah bahwa kita bukan jasad. “Aku” adalah ruh yang berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah. “Aku” selama ini tinggal dan bersemayam di dalam jasad sehingga kita sering mengganggap bahwa “Aku” adalah jasad. Manusia sering terlalu memikirkan  kebutuhan jasad namun jarang memikirkan kebutuhan “Aku” padahal apabila aku pergi meninggalkan jasad itu, maka jasad itu menjadi tidak ada gunanya, dia akan segera dipendam (dikubur) karena sudah tidak ada gunanya lagi.

Untuk itu marilah wahai manusia kenalilah siapa dirimu? Dari mana asalmu dan kemana berakhirmu? Bagi mereka yang telah berhasil menemukan dirinya sendiri akan mempunyai power yang luar biasa. Semua potensi yang ada dalam dirinya dapat dimaksimalkan.

PANDANGAN HIDUP

Makalah ini dipresentasikan pada mata kuliah Orientasi Baru dalam Psikologi Pendidikan yang diasuh oleh Prof. Nainggolan. Berikut Petikan bagian awal makalahnya:

Manusia hidup di dunia ini tidak hanya sebagai makhluk individual, tetapi juga sebagai makhluk sosial. Dimana saling berinteraksi antara satu individu dengan individu yang lain. Sehingga sering dihadapkan pada masalah serta gangguan dalam tujuan hidupnya.

Dalam menghadapi berbagai masalah, hambatan, tantangan, dan gangguan itu manusia perlu mempunyai suatu pelindung dirinya yaitu pandangan hidup yang teguh. Pandangan hidup ini merupakan pegangannya, sebab dengan memegang teguh pada pandangan hidup yang diyakininya, maka ia tidak akan bertindak sesuka hatinya. Bila ia menghadapi masalah, hambatan, tantangan dan gangguan serta kesulitan yang menghantuinya, ia tidak akan bertindak sembrono karena ia mempunyai pandangan hidup yang dipakai sebagai pedomannya dalam menyelesaikannya.