Kamis, 02 Februari 2012

Perkembangan Kognitif dan Bahasa dalam Hubungan Sosial dan Perkembangan Sosioemosional

Makalah ini membahasa tentang perkembangan kognitif dan bahasa anak, serta hubungan sosial dan perkembangan Sosioemosionalnya. Sebagai bahan diskusi, makalah ini dipresentasikan pada mata kuliah Orientasi Baru dalam Psikologi Pendidikan, yang diasuh oleh Prof. Z. S. Nainggolan, MA. Sebagai pengantar, berikut latar belakangnya:

A. Pendahuluan

Pada keseharian pergaulan kita semua baik dilingkungan social masyarakat maupun dilingkungan proses belajar dan pembelajaran di kelas. Kita tentu mengalami perubahan cara berkomunikasi, misalnya; pada saat dalam proses pembelajaran di kelas, antara siswa kelas rendah dan  siswa kelas tinggi, siswa kelas rendah menanyakan pertanyaan di kelas dengan lugas, langsung dalam bahasa yang sederhana yang kadang kala tidak ada subjeknya, tetapi langsung objek. Siswa kelas tinggi dalam mengajukan pertanyaan dengan kalimat yang lengkap, panjang serta memperhatikan kaidah-kaidah kesopanan.

Perkembangan pola berpikir siswa tersebut merupakan salah satu bentuk aktualisasi perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif pada dasarnya adalah perkembangan individu untuk memperoleh tahu. Struktrur berfikir, keterampilan berfikir, bagaimana individu memperoleh informasi merupakan potensi perkembangan kognitif. Cara siswa berfikir dapat kita pahami dari cara siswa menyampaikan pesan, baik berupa ide, pendapat, pertanyaan, maupun pernyataan. Kemampuan siswa merangkai kalimat, memahami pesan dan mempergunakan berbagai media untuk menyampaikan pesan merupakan aktualisasi dari perkembangan bahasa.

Perkembangan kognitif berhubungan dengan perkembangan bahasa. Perkembangan kognitif memfasilitasi kematangan perkembangan bahasa, dan sebaliknya perkembangan bahasa menfasilitasi perkembangan kognisi. Struktur berfikir memfasilitasi berkembangnya struktur kalimat yang dipergunakan oleh siswa. Sebaliknya penguasaan bahasa membuat siswa mampu memahami pesan sehingga memperoleh pengetahuan baru yang pada akhirnya memfasilitasi pengembangan struktur atau pola berfikir baru.

0 komentar:

Poskan Komentar