Sabtu, 28 Januari 2012

KAJIAN INTERTEKSTUAL DALAM NOVEL 'NAMAKU HIROKO' & 'MEMOAR OF A GEISHA'

Makalah ini mengkaji Intertekstualitas antara novel 'Namaku Hiroko' karya NH. Dini dan novel 'Memoar of Geisha' karya Arthur Golden. Dipresentasikan pada Mata Kuliah Teori dan Apresiasi Sastra yang diasuh oleh Dr. Novi Anoegrajekti & Dr. Nuruddin, MA. Berikut ini kutipan singkat dari latar belakang makalah:

A. Latar belakang

Sebuah karya sastra tidak lahir dalam situasi kosong kebudayaannya, termasuk dalamnya situasi sastra (teeuw, 1980 dalam Rachmat; 2007).  Karya sastra mempunyai hubungan sejarah antara karya sezaman, yang mendahuluinya atau yang kemudian. Hubungan sejarah ini dapat berupa persamaan atau pertentangan. Dengan hal demikian, sebaiknya membicarakan karya sastra itu dalam hubungannya dengan karya sezaman, sebelum, atau sesudahnya. 

Di dalam makalah ini, penulis akan mengkaji novel Namaku Hiroko karya N.H. Dini dan Memoirs of a Geisha karya Arthur Golden dengan pendekatan Intertekstualitas. Penelitian intertekstual merupakan bagian dari sastra bandingan yang mengkaji keterkaitan antar sastra dan perbandingan sastra dengan bidang lain. 

Munculnya studi interteks, sebenarnya lebih banyak dipengaruhi oleh pembuatan sejarah sastra. Maksudnya, jika dalam tradisi sastra terdapat pinjam meminjam antara sastra yang satu dengan yang lainnya, akan terlihat pengaruhnya.  Dalam penyusunan sejarah sastra, periodisasi merupakan salah satu prinsipnya. Periodisasi adalah pembabakan waktu atau periode-periode sastra.

0 komentar:

Poskan Komentar